Sabtu, 18 Februari 2012

dawn at the intersection of jogja monument

Fotografer Teguh Warung Aqiqah Jogja lebih memilih mengabadikan kemegahan monumen Jogja dengan lebih menekankan pada judul "subuh di perempatan tugu jogja". Karya lain bisa dinikmati di sini

photographers prefer to capture the grandeur of the monument Jogja with more emphasis on the title of dawn at the intersection of jogja monument. Other works can be enjoyed here

morning hello's expressed at the intersection of National Monument

Kesederhanaan dan ketulusan terungkap dari Karya berikutnya dari Antonius Irianto berjudul "morning hello"— di perempatan Monas. Bisa dilihat juga karya lainnya di sini.

Simplicity and sincerity's expressed by the next work of Antonius Irianto titled by "hello morning" - at the intersection of Indonesian National Monument (Monas). Other works can be seen also here.

when it dries to welcomes this morning

ketika mengering tetap menyambut pagi adalah karya berikutnya dari Rita Nur Andriyani Yusuf. Bidikan foto sebelumnya dapat dilihat di sini.

when it dries to welcomes this morning's the following work of Rita Nur Yusuf Andriyani. Shooting of other photos can be viewed here.

The reflection of Oil museum's revealed at Taman Mini Indonesia Indah

This photo's taken by Antonius Irianto entitled by "The reflection of Oil museum's revealed at Taman Mini Indonesia Indah".

Foto ini dibidik oleh Antonius Irianto yang berjudul "The reflection of Oil museum's revealed at Taman Mini Indonesia Indah"

Jumat, 17 Februari 2012

streaks the sky above the city dammam, saudi arabia

Unique natural event showing the greatness of God is highlighted by Teguh Warung Aqiqah Jogja with the title of "streaks the sky above the city of Dammam, Saudi Arabia".


Peristiwa alam unik yang menunjukkan kebesaran Tuhan sangat ditonjolkan
oleh Teguh Warung Aqiqah Jogja dengan judul "guratan langit diatas kota dammam,arab saudi".

greet the morning alone

certainly it's been ever recorded in the full meaning of this phrase, "a drop of water in the desert". A drop of water evoke a fragile soul. It's not much different from its meaning a drop of water in the morning, start the morning activity, start life with a clear heart and clear. Thus, the photographer interpret a picture shot entitled "greet the morning alone," or perhaps by other means, please interpret your point of view.

Tentu pernah terekam dalam ungkapan penuh makna ini, setetes air di tengah gurun. Setetes air membangkitkan jiwa yang rapuh. Tidak jauh beda maknanya setetes air di pagi hari, memulai aktivitas pagi, memulai kehidupan dengan hati yang jernih dan bening. Demikian fotografer Rita Nur Andriyani Yusuf memaknai bidikan fotonya yang berjudul "sendiri menyambut pagi" atau mungkin dengan makna lain, silakan tafsirkan dari sudut pandang anda.

f/8
1/1000sec
ISO-400
-1step
no flash

Kamis, 16 Februari 2012

you aren't in here

Beautiful and interesting photo entitled by "You aren't here" disclosed is taken by Dhara Fitri Rediyana. Beauty of the east women has inspired west women to bask in the hot sun to get it. This picture of Mustika Dewi Kartika is very representative. Maybe you aren't here and you're not see the beauty of the east, but you can enjoy through the photos shown here.

foto indah dan menarik berjudul "You aren't here" diambil oleh Dhara Fitri Rediyana di salah satu tempat bersejarah berlokasi di Yogyakarta, taman sari. Kecantikan dari timur telah mengilhami wanita barat untuk berjemur di tengah terik mentari demi mendapatkannya. Foto Mustika Dewi Kartika ini sangat representatif. Mungkin anda tidak di sini dan belum melihat kecantikan dari timur, namun anda bisa menikmati melalui foto yang ditampilkan di sini.

Selasa, 14 Februari 2012

Old Lady Inspires Lifetime Learning in Lempuyangan Station

This photo's taken by Tomi Bustami entitled by "Old Lady Inspires Lifetime Learning in Lempuyangan Station".


Foto ini dibidik oleh Tomi Bustami, di salah satu stasiun kereta api Lempuyangan Yogyakarta, berjudul: "Old Lady Inspires Lifetime Learning"

Senin, 13 Februari 2012

Bermain bola di lapangan

Kurang lengkap jika tidak demam bola. Sederhana, anda pasti pernah mengalami seandainya anda bukan pehobi bola, saat berbincang dengan teman berdua, ngga berapa lama teman pamit meninggalkan anda dan ternyata lain hari anda bertanya lagi kenapa buru-buru pulang. karena biasanya masih betah ngobrol. Teman anda bilang bahwa dia ngga mau ketinggalan menonton pertandingan bola di TV. Saat itu, anda akan merasa kurang lengkap.

Itu baru nonton di TV, bagaimana kalau melihat langsung pertandingan bola seperti di gambar ini. Ini baru lebih Menyenangkan dan lebih lengkap.

Amateur Indonesian Photographers

Initially I was not very interested in seeing some of those heavy sometimes or bringing cameras or see some man with his pocket or professional camera to take photos in the important events. Maybe then it would not know or did at that time I still like another hobby.

Even when my friend had a DLSR camera to talk about. At that time, I ask what is so special about that DLSR camera. Importantly, it take pictures and the pictures look. wrong. from clear, it was interesting. At that time, My friend was so excited to talk about the world of photography and playing along to visit a place, and enjoy the beautiful natural surroundings, he did not forget to bring a camera into his pocket. At that time I was not interested. And it was two years ago, the term was first DLSR camera recorded in my mind.

Until one day, I started reading some articles about photography. I saw and was moved to say a few words to myself, "Wow .. it's really beautiful pictures." At that time, I realized photography was very interesting. No wonder many people love photography. When shooting a picture, feels no satisfaction when the target image in accordance with what we want.

Then, one day I'm getting interested in studying photography, I began to invite a discussion with friends who've talked about the term was first DLSR camera, it is another situation. Now he was not interested.

Finally, remorse arise in me. I just imagine a lot of photography hobbyists are finally starting to forget the hobby of photography when not many people who praise and assess shooting photos.

So no one when I finally decided to build a photography blog for amateur photography enthusiast will not lose interest and the spirit of aiming photographs. I think that case is also not just happen to mere hobbyists, even a professional photography I was able to experience what my friend experienced. An assessment of whether good or bad will the images shot will be able to maintain interest in the world are occupied and it applies to photography.

Therefore, I hope many amateur photographers strong desire to display photos shot on the blog that I built this.

Komunitas Photographer Amatir

Awalnya saya tidak begitu tertarik melihat beberapa orang menjinjingkan kamera berat atau terkadang melihat beberapa insan membidikkan kamera sakunya di acara-acara penting. Mungkin saat itu tidak mau tahu atau memang saat itu saya masih menyukai hobi lain.

Bahkan pernah suatu saat temenku bicara tentang kamera DLSR. Saat itu, aku bertanya apa sih istimewanya kamera DLSR itu. Yang penting, dijepret dan gambarnya terlihat. beres. asal jelas, kan sudah menarik. Temenku saat itu begitu antusias berbicara tentang dunia fotografi dan saat bermain bersama mengunjungi suatu tempat, menikmati indahnya alam dan suasana sekitar, dia tidak lupa membawa kamera sakunya. Saat itu saya masih tidak tertarik. Dan dua tahun lalu, istilah kamera DLSR pertama kali terekam dalam benakku.

Sampai suatu saat, saya mulai membaca beberapa artikel tentang fotografi. saya melihat dan tergerak mengucapkan beberapa patah kata pada diri saya sendiri, "Wow..indah bener fotonya." Saat itu, saya sadar ternyata fotografi sangat menarik. Pantas banyak orang menyukai fotografi. Saat membidik suatu foto, terasa ada kepuasan ketika foto yang dibidik sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Lantas, suatu saat saya sudah mulai berminat mempelajari fotografi, saya mulai mengajak berdiskusi dengan teman yang pernah pertama kali bicara tentang istilah kamera DLSR, ternyata keadaan sudah lain. Kini dia sama sekali tidak berminat.

Akhirnya, timbul penyesalan pada diri saya. Saya hanya membayangkan banyak pehobi fotografi akhirnya mulai melupakan hobi fotografinya ketika tidak banyak orang yang memuji dan menilai bidikan fotonya.

Jadi tidak salah ketika saya akhirnya memutuskan membangun blog fotografi agar pehobi fotografi amatir tidak akan kehilangan minat dan semangat membidikkan foto. Saya rasa hal demikian juga bukan hanya terjadi pada pehobi semata, bahkan seorang profesional fotografi pun bisa saya mengalami apa yang dialami teman saya. Sebuah penilaian entah baik atau buruk akan hasil bidikan foto akan mampu menjaga minat akan dunia yang ditekuni dan itu berlaku juga untuk fotografi.

Karena itu, saya berharap akan banyak fotografer amatir berhasrat kuat untuk memajang foto hasil bidikannya di dalam blog yang saya bangun ini.